TRIBUNNEWS.COM -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki Moon mengaku kecewa dengan banyak pemimpin dunia yang lebih peduli dengan kekuasaan daripada meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Salah satunya adalah soal Bangsa Suriah yang nasibnya, menurut Ki-moon disandera oleh satu orang, yakni Presiden Bashar al-Assad.
Mendekati akhir masa jabatan 10 tahun di PBB, Ki-moon berbicara terus terang mengenai kondisi dunia, keberhasilan, kegagalan dan rasa frustrasinya. Demikian dilansir AP.
Selama ini, Ki-moon telah menjadi representasi PBB, namun secara privat para pemimpin melihat sisi yang sangat berbeda dan lebih keras dari dirinya.
"Orang-orang mengatakan saya diam selama ini, dan saya tidak berbicara mengenai hak asasi manusia," kata Ki-moon.
"Tapi saya telah berbicara lebih banyak dibandingkan pemimpin barat mana pun, yang 'sangat hati-hati'," ujar dia.
"Anda belum melihat orang-orang berbicara tanpa rasa takut seperti saya," tegas dia.
0 comments:
Post a Comment